1 of 100 face
Gelap.
Sunyi.
Bahkan mereka tak ada yang tau aku disini.
>0<
Bukan sesuatu yang wow untuk dibaca, tapi semoga dapat menghibur.
Genre : Hurtconfort
Rate : T
Visual with K-Idol but Character true from my mind.
>0<
Zefanya Valleria
Keira Alice
Reno Alexander
Pagi yang cerah menyambut hari yang cerah, namun tidak secerah kehidupannya Zefanya. Ya, seperti hari-hari sebelumnya Zefanya masuk ke kelas dengan senyum bahagia yang bahkan dapat mebuat orang lain ikut dalam kebahagiaannya.
"Hai fan!"
Zefanya menoleh kearah sumber suara yang telah memanggil namanya, dan langsung tersenyum ketika mengetahui bahwa itu adalah sahabat kecilnya.
"Hai juga ra!"
Mereka berpelukan seperti Teletabis di tengah koridor sekolah mereka, padahal mereka bertemu hampir setiap hari tapi entah kenapa mereka berpelukan seperti orang jauh yang baru datang. Lagi-lagi siswa yang lain menatap kelakuan mereka dengan bola mata jengah dan merasa bosan akan tontonan itu.
"Heh Zefan!
Seru salah seorang remaja laki-laki pada zefannya.
"Oh hai juga no! Tumben baru datang?" Tanya zefan heran pasalnya sahabat laki-lakinya ini pantang dengan kata telat dalam hidupnya. Sedangkan sekarang sudah mendekati bel masuk.
"Iya nih, tadi motor gua tiba-tiba ngambek dijalan. Untung gak telat!" Ucap Reno menggebu-gebu. Atas aksinya tersebut membuat zefan lupa akan masalahnya untuk seaaat.
"Udah mau masuk nih, ke kelas yuk!" Ajak Keira kepada zefan dan juga reno yang dibalas anggukan oleh mereka.
Skip Istirahat..
Zefan dan Keira saat ini sedang berada didalam ramainya dan ricuhnya suasana kantin yang berisi manusia-manusia kelaparan. Sekarang mereka bingung, melihat kanan dan kiri sembari membawa nampan mencari tempat duduk yang mungkin bisa mereka tempati. Tapi nihil, jangankan untuk mencari tempat duduk untuk berjalan saja masih sempit, hm.
"Eh fan, makan di atap aja yu? Disini rame banget asli!" Gerutu Keira seraya melirik samping kanannya yang sangat ricuh dalam antrian.
Zefan tampak berfikir sebelum menerima ajakan dari sahabatnya itu.
Selesai makan, zefan dan keira mengobrol santai sampai datangnya sepasang kekasih yang masuk dalam kondisi tak bersahabat.
Keira melirik zefannya mengode untuk segera pergi dari rooftop tanpa diketahui sepasang kekasih tersebut. Zefan menggeleng, bermaksud memberi tahu bahwa ia tidak pergi. Keira langsung memakai puppy eyes nya untuk membujuk zefan agar ikut dengannya.
"Lo duluan aja ra. Gua mau kesana." Bisik zefan pelan.
"Engga fan. Lo ikut gua aja ya? Gua ga mau lo kenapa-kenapa." Balas Keira.
"Gua ga bisa ra, bagaimanapun dia abang gua. Dan gua sebagai adeknya bakalan ngasih tau kalo apa yang dia lakuin ga bener." Ucap zefan meyakini keira sembari memegang bahu keira.
Keira mengangguk pasrah menyetujui keinginan sahabatnya itu.
"Tapi gua disini ya? Nungguin lo? Gaada penolakan." Zefan menanggapinya dengan senyuman.
Zefan berdiri berjalan kearah sepasang kekasih itu. Sepasang kekasih itu menyadari kehadiran zefan, yang laki-laki menatap tajam sedangkan yang perempuan menatap dengan memohon.
"Kak, tolong lepasin tangan kakak itu. Dia cewek kak." Seru zefan memulai percakapan.
"Apa mau lo anak jalang! Gausah ikut campur sama urusan gua!" Desis laki-laki tersebut dan melepaskan secara kasar kekasihnya. Pergi, iya laki-laki itu pergi dengan amarah yang menggebu.
Perempuan yang tadi ditarik kasar langsung mendatangi zefannya begitu pula keira yang dari tadi mendengarkan percakapan singkat zefan dengan kakaknya.
"Ma-maafin aku ya dek. Gara-gara aku kamu jadi dikatain sama Brian." Ujar perempuan tadi sembari terisak pelan.
"Dan makasih juga udah nyelamatin aku dari dia, monster yang tidak punya hati itu." Lanjutnya.
"Sama-sama kak, aku cuma membantu sedikit kok." Balas zefan tersenyum. Setelahnya zefan dan keira pamit untuk kekelas duluan.
●
●
●
Rumah.
Apa arti rumah bagi kalian?
Tempat berlindung? Atau Tempat dimana kalian akan pulang?
Seberapa penting rumah itu bagi kalian?
~~~
Brian Pratama
Keira dan Zefan
Sunyi.
Bahkan mereka tak ada yang tau aku disini.
>0<
Bukan sesuatu yang wow untuk dibaca, tapi semoga dapat menghibur.
Genre : Hurtconfort
Rate : T
Visual with K-Idol but Character true from my mind.
>0<
Zefanya Valleria
Keira Alice
Reno Alexander
Pagi yang cerah menyambut hari yang cerah, namun tidak secerah kehidupannya Zefanya. Ya, seperti hari-hari sebelumnya Zefanya masuk ke kelas dengan senyum bahagia yang bahkan dapat mebuat orang lain ikut dalam kebahagiaannya.
"Hai fan!"
Zefanya menoleh kearah sumber suara yang telah memanggil namanya, dan langsung tersenyum ketika mengetahui bahwa itu adalah sahabat kecilnya.
"Hai juga ra!"
Mereka berpelukan seperti Teletabis di tengah koridor sekolah mereka, padahal mereka bertemu hampir setiap hari tapi entah kenapa mereka berpelukan seperti orang jauh yang baru datang. Lagi-lagi siswa yang lain menatap kelakuan mereka dengan bola mata jengah dan merasa bosan akan tontonan itu.
"Heh Zefan!
Seru salah seorang remaja laki-laki pada zefannya.
"Oh hai juga no! Tumben baru datang?" Tanya zefan heran pasalnya sahabat laki-lakinya ini pantang dengan kata telat dalam hidupnya. Sedangkan sekarang sudah mendekati bel masuk.
"Iya nih, tadi motor gua tiba-tiba ngambek dijalan. Untung gak telat!" Ucap Reno menggebu-gebu. Atas aksinya tersebut membuat zefan lupa akan masalahnya untuk seaaat.
"Udah mau masuk nih, ke kelas yuk!" Ajak Keira kepada zefan dan juga reno yang dibalas anggukan oleh mereka.
Skip Istirahat..
Zefan dan Keira saat ini sedang berada didalam ramainya dan ricuhnya suasana kantin yang berisi manusia-manusia kelaparan. Sekarang mereka bingung, melihat kanan dan kiri sembari membawa nampan mencari tempat duduk yang mungkin bisa mereka tempati. Tapi nihil, jangankan untuk mencari tempat duduk untuk berjalan saja masih sempit, hm.
"Eh fan, makan di atap aja yu? Disini rame banget asli!" Gerutu Keira seraya melirik samping kanannya yang sangat ricuh dalam antrian.
Zefan tampak berfikir sebelum menerima ajakan dari sahabatnya itu.
Selesai makan, zefan dan keira mengobrol santai sampai datangnya sepasang kekasih yang masuk dalam kondisi tak bersahabat.
Keira melirik zefannya mengode untuk segera pergi dari rooftop tanpa diketahui sepasang kekasih tersebut. Zefan menggeleng, bermaksud memberi tahu bahwa ia tidak pergi. Keira langsung memakai puppy eyes nya untuk membujuk zefan agar ikut dengannya.
"Lo duluan aja ra. Gua mau kesana." Bisik zefan pelan.
"Engga fan. Lo ikut gua aja ya? Gua ga mau lo kenapa-kenapa." Balas Keira.
"Gua ga bisa ra, bagaimanapun dia abang gua. Dan gua sebagai adeknya bakalan ngasih tau kalo apa yang dia lakuin ga bener." Ucap zefan meyakini keira sembari memegang bahu keira.
Keira mengangguk pasrah menyetujui keinginan sahabatnya itu.
"Tapi gua disini ya? Nungguin lo? Gaada penolakan." Zefan menanggapinya dengan senyuman.
Zefan berdiri berjalan kearah sepasang kekasih itu. Sepasang kekasih itu menyadari kehadiran zefan, yang laki-laki menatap tajam sedangkan yang perempuan menatap dengan memohon.
"Kak, tolong lepasin tangan kakak itu. Dia cewek kak." Seru zefan memulai percakapan.
"Apa mau lo anak jalang! Gausah ikut campur sama urusan gua!" Desis laki-laki tersebut dan melepaskan secara kasar kekasihnya. Pergi, iya laki-laki itu pergi dengan amarah yang menggebu.
Perempuan yang tadi ditarik kasar langsung mendatangi zefannya begitu pula keira yang dari tadi mendengarkan percakapan singkat zefan dengan kakaknya.
"Ma-maafin aku ya dek. Gara-gara aku kamu jadi dikatain sama Brian." Ujar perempuan tadi sembari terisak pelan.
"Dan makasih juga udah nyelamatin aku dari dia, monster yang tidak punya hati itu." Lanjutnya.
"Sama-sama kak, aku cuma membantu sedikit kok." Balas zefan tersenyum. Setelahnya zefan dan keira pamit untuk kekelas duluan.
●
●
●
Rumah.
Apa arti rumah bagi kalian?
Tempat berlindung? Atau Tempat dimana kalian akan pulang?
Seberapa penting rumah itu bagi kalian?
~~~
Brian Pratama
Keira dan Zefan





Komentar
Posting Komentar